Indonesia Website Awards

Tokoh dalam Penerbangan #1 - Soekarno

By VianSofyansyah - March 06, 2020


Bung Karno adalah panggilan akrab dari sosok proklamator. Soekarno lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Setelah banyak merasakan asam garam kehidupan melawan penjajah, Bung Karno diangkat menjadi presiden pada 29 Agustus 1945 setelah 17 Agustus 1945 bersama tokoh perjuangan yang lain memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Soekarno menjadi presiden pertama Republik Indonesia dengan latar belakang pendidikan arsitek.

Salah satu sumbangsihnya di industri aviasi adalah memberikan maskapai flag carrier Indonesia, Garuda Indonesia (penerbangan ke luar negeri) dan Merpati Nusantara (penerbangan domestik).

Pada 25 Desember 1949, Konijnenburg, wakil KLM meminta Bung Karno untuk memberikan nama baru maskapai. Soekarno menjawab dengan mengutip sajak berbaahasa Belanda karya Raden Mas Noto Soeroto, pujangga mahsyur di zaman kolonial. "Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden" yang artinya adalah "Aku adalah Garuda, burung mili Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi di atas kepulauanmu". Sejak saat itu pesawat DC-3 yang sudah ada diberi nama Garuda Indonesia Airways.

Seiring berkembangnya zaman, nama tersebut sedikit dimodifikasi menjadi Garuda Indonesia (GIA).

Pesawat Ilyushin Il-18
Pesawat kepresidenan pertama yang digunakan oleh Soekarno adalah Ilyushin Il-18 yang merupakan pemberian dari pemerintah Uni Soviet yang diberi nama Dolok Martimbang dan ditempatkan di Skuadron Udara 17 TNI Angkatan Udara.

Pesawat pada era Soekarno adalah Lockheed JetStar.

Berkat Usahanya, AURI memiliki helikopter khusus kepresidenan, seperti Hiller 360, Sikorsky S-61, Sikorsky S-58, dan Mil Mi-4.

Soekarno juga pernah menggunakan Convair 990 serta pernah sewa DC-8 dari Pan Am untuk kunjungan internasional ketika berkunjung ke Amerika Serikat.

Nama Soekarno juga bersama Mohammad Hatta, wakil presiden RI pertama juga diabadikan sebagai nama bandar udara ibukota negara Indonesia yaitu Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Dikutip dari majalah AVIASI

  • Share:

You Might Also Like

0 comments