Angkasa Pura I vs Angkasa Pura II. Apa Bedanya?

By VianSofyansyah - February 18, 2018

Ilustrasi Terminal Bandara
Angkasa Pura I vs Angkasa Pura II. Apa bedanya? -  Pada kesempatan kali ini aku akan bahas salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertanggungjawab untuk mengelola kegiatan lalu lintas dan bisnis di area bandara yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Nama perusahaan BUMN itu adalah Angkasa Pura. Mungkin nama Angkasa Pura tidak terdengar asing bagi kalian karena sering kali disebut di berbagai media cetak maupun televisi. Namun tahukah kalian kalau Angkasa Pura itu sebenarnya ada dua yang keduanya merupakan perusahaan yang setara satu sama lain dan masing - masing memiliki jangkauan kerja yang berbeda? Yuk simak! 😀

1. PT. Angkasa Pura I (Persero)



Angkasa Pura I berdiri tahun 1964 dengan nama Angkasa Pura Kemayoran atas keinginan Presiden Soekarno agar Indonesia memiliki bandara yang setara dengan bandara di negara maju. Keinginan ini timbul sepulang Bung Karno dari kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat untuk menemui Presiden John F. Kennedy.

Pada tahun berdirinya perusahaan ini langsung mengambil alih seluruh aset dan kegiatan operasional Bandara Internasional Kemayoran dari pemerintah Indonesia. Angkasa Pura Kemayoran kemudian berubah nama menjadi Angkasa Pura untuk lebih membuka kemungkinan mengelola bandara lain di Indonesia.

Pada tahun 1984 Angkasa Pura berubah nama menjadi Angkasa Pura I bersamaan dengan didirikannya Angkasa Pura II. Sejak itu, Angkasa Pura I berfokus memberikan pelayanan lalu lintas udara dan bisnis bandar udara di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

Kini Angkasa Pura I telah bermitra dengan sedikitnya 49 maskapai dari seluruh dunia diantaranya Garuda Indonesia, Emirates, Qantas dll. serta berhaasil mengangkut sedikitnya 89,7 juta penumpang di Indonesia bagian tengah dan timur pada tahun 2017, angka ini tumbuh 6% dari tahun sebelumnya.

Selain melayani penerbangan komersial, Angkasa Pura I juga melayani pengangkutan kargo dan logistik ke lebih dari 70 kota di Indonesia dan 50 kota di seluruh dunia. Sedikitnya pada tahun 2017 Angkasa Pura I mengangkut sebanyak 403 ribu ton kargo atau meningkat sebesar 11,7% dari tahun sebelumnya.

Di samping itu Angkasa Pura I juga melayani pihak ketiga yang ingin mengembangkan usahanya di luar dunia aeronotika diantaranya penyewaan lahan dan properti, periklanan, mitra strategis, penyewaan perkantoran, dan ritel.

Hingga 2017 Angkasa Pura I telah mengelola 13 bandara di kawasan tengah dan timur Indonesia, diantaranya:
  1. Bandara Intenasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur (sejak 1 Januari 1985)
  2. Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan, Kalimantan Timur (sejak 9 Januari 1987)
  3. Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (sejak 9 Januari 1987)
  4. Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (sejak 1 Januari 1989)
  5. Bandara Frans Kaisiepo, Biak, Papua (sejak 1 Januari 1989)
  6. Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali (sejak 30 Maret 1989)
  7. Bandara Internasional Adisumarmo, Solo/Surakarta, Jawa Tengah (sejak 29 April 1992)
  8. Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (sejak 29 April 1992)
  9. Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (sejak 29 April 1992)
  10. Bandara Internasional Achmad Yani, Semarang, Jawa Tengah (sejak 1 Oktober 1995)
  11. Bandara Selaparang (1 Oktober 1995 – ditutup pada 30 September 2011)
  12. Bandara Internasional Lombok, Mataram, Nusa Tenggara Barat (Menggaantikan Bandara Selaparang pada 1 Oktober 2011)
  13. Bandara Pattimura, Ambon, Maluku (sejak 11 Oktober 1995)
  14. Badara El Tari, Kupang,Nusa Tenggara Timur (sejak 1 April 1999) 

2. PT. Angkasa Pura II (Persero)

Selanjutnya pemerintah mendirikan Angkasa Pura II untuk bersama - sama dengan Angkasa Pura I memberikan pelayanan lalu lintas udara dan bisnis di kawasan Indonesia barat. Angkasa Pura II awalnya didirikan pada tahun 1984 yang kemudian dipercaya oleh pemerintah untuk mengambil alih aset dan kegiatan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang yang sebelumnya telah menggantikan Badara Internasional Kemayoran yang resmi ditutup di tahun yang sama dan juga mengambil alih aset dan kegiatan operasional Bandara Halim Perdanakusuma.

Sepanjang tahun 2017, Angkasa Pura II telah mengangkut total 104 juta penumpang dengan rincian 86 juta penumpang domestik dan sisanya 17 juta penumpaang internasional. Jumlah ini meningkat sekitar 10% dari tahun sebelumnya yang mencapai 95 juta penumpang.

Angkasa Pura II juga melayani pengangutan kargo baik di dalam maupun luar negeri. Tercatat di tahun 2017 Angkasa Pura II telah mengangkut total 816.950 ton kargo.

Di samping itu, Angkasa Pura II juga melayani persewaan ruang kepada pihak ketiga berupa lounge, kantor, retail store, supermarket, dll. di area bandara untuk menunjang pengembangan bisnis.

Kemudian Angkasa Pura II menyewakan properti di sekitar bandara diantaranya mall, perkantoran, SPBU, rumah sakit, hotel, dan CCTV.

Hingga kini Angkasa Pura II telah mengelola 14 bandara di kawasan barat Indonesia, diantaranya:
  1. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jakarta (sejak 13 Agustus 1984)
  2. Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Jakarta, Jakarta (sejak 5 Juli 1985)
  3. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatra Selatan (sejak 8 Februari 1991)
  4. Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat (sejak 8 Februari 1991)
  5. Bandara Internasional Polonia (1 Januari 1994 – ditutup pada 24 Juli 2013)
  6. Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatra Utara (Menggantikan Bandara Internasional Polonia pada 25 Juli 2013)
  7. Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Aceh (sejak 9 April 1994)
  8. Bandara Tabing (9 April 1994 – 22 Juli 2005 dialihkan untuk kegiatan TNI Angkatan Udara)
  9. Bandara Internasional Minangkabau, Padang, Sumatra Barat (Menggantikan Bandara Tabing pada 22 Juli 2005)
  10. Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau (sejak 9 April 1994)
  11. Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Java Barat (since 9 April 1994)
  12. Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (sejak 22 Maret 2000)
  13. Bandara Sultan Thaha, Jambi, Jambi (sejak 1 April 2007)
  14. Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka–Belitung (sejak 1 April 2007)
  15. Bandara Internasional Silangit, Siborong-Borong, Sumatra Utara (sejak 14 Desember 2012)
  16. Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Java Timur (sejak 22 Desember 2017)
-

Yash, secara umum tidak ada perbedaan antara Angkasa Pura I dengan Angkasa Pura II, keduanya sama - sama bergerak di bidang pelayanan lalu lintas dan bisnis area bandara dan sekitarnya. Yang membedakan hanya wilayah kerjanya, yaitu bandara yang terletak di kawasan tengah dan timur Indonesia dikelola oleh Angkasa Pura I sedangkan bandara yang terletak di kawasan barat Indonesia dikelola oleh Angkasa Pura II.

Sekian info yang bisa aku berikan, semoga bermanfaat! 👋

  • Share:

You Might Also Like

3 comments

  1. Terima kasih infonya
    Bermanfaat bagi saya

    Salam

    ReplyDelete
  2. https://pokerbolamania.org/berita/7-trik-dan-tips-game-tembak-ikan
    7 Trik dan Tips Game Tembak ikan – Permainan Game Tembak ikan memanglah telah tidak asing sekali lagi untuk pemain judi on-line di indonesia
    WA : 0812-2222-995
    Line: cs_bolavita
    Telegram : t.me/bolavita

    Baca Selengkapnya Tentang Prediksi Skor Bola Hiburan : http://bit.ly/2k0sOfX

    ReplyDelete